SAAT MALAM TANPA BINTANG
By : Yati Rose
Walau tidak mewah
Tapi kamar tidurku beratap dan berkasur
Malam-malamku terlewati dengan mimpi dan dengkur
Dan kudapati adzan Subuh menggema
Badan terasa kembali ringan dan segar
Di sini di tenda berukuran dua kali dua meter
Tidur beralas tikar dan percikan air
Tak bisa banyak bergerak karena tidur berempat
Hujan mengguyur bumi perkemahan
Malam terasa panjang
Mata enggan terpejam
Tak ada kasur empuk
Tak ada selimut hangat
Dingin angin malam menyelusup pori-pori tubuhku
Semuanya terasa menyiksa
Saat itu
Di sepanjang dingin malam
Tiba-tiba teringat si emang tua yang tidur beralaskan kardus dan beratap langit
Teringat si bibi pemulung bersama dua anaknya yang pulas di gerobak tua
Aku tersentak
Ada orang-orang yang lebih tidak nyaman tidurnya
Ada banyak orang yang kurang beruntung hidupnya
Aku malu padamu yaa Allah
Aku malu karena tidak bersyukur padamu Robb
Terima kasih Kau sudah menyadarkan ku
Dan perlahan-lahan mataku terpejam dengan mimpi indah di ujung malam
Kudapatkan pengalaman berharga
Di sini
Di Wanakula
Yatirose
